Komplikasi LASIK

Sebagaimana lazimnya sebuah teknologi dari pertama ditemukan sampai dengan sekarang tentunya selalu ada perkembangan dan kemajuan yang lebih baik. Begitu pula dengan teknologi dibidang LASIK. Sisi keamanan dan efektivitas dari bedah LASIK ini terus berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat, sehingga lebih aman, lebih bisa diprediksi termasuk juga dari sisi dokternya lebih berpengalaman dan akhirnya memberikan hasil yang optimal.

Komplikasi dalam sebuah tindakan bisa saja terjadi dengan berbagai faktor penyebabnya. Di awal sekali teknologi LASIK ini diperkenalkan pada akhir tahun 1990-an komplikasinya mencapai 5% dengan berbagai komplikasi. Namun saat ini sangat jarang terjadi bahkan tidak sampai 1%.

Animo masyarakat untuk melakukan LASIK sangat tinggi terkait hasil dari LASIK sendiri yang sangat menjanjikan, sangat bisa diprediksi, akurat dan aman. Konon di tahun 2008 saja lebih dari 224.000 personel militer di Amerika Serikat sudah dilakukan LASIK dan hal itu dimulai sejak tahun 2000-an dengan berbagai penelitian mengenai efektivitasnya LASIK dibanding tindakan jenis lain.

Hasil tajam penglihatan pasien pasca LASIK sangat memuaskan. Hampir semua pasien dari US Militer ini mendapatkan penglihatan 2020 atau lebih baik artinya setara orang normal dan tidak perlu bantuan kacamata lagi, juga sangat jarang yang mengalami komplikasi setelahnya.  Berdasarkan studi dilaporkan juga, hanya 1 diantara 112.500 pasien yang mengalami masalah pada mata sebagai komplikasi pasca LASIK.

Studi lain, 100 % dari pilot dan personal pesawat dari US Navy dan US Marine sudah dilakukan LASIK dengan Wavefront LASIK dan hasilnya dalam 2 minggu pasca LASIK sudah mendapatkan penglihatan 20/20 atau normal.

Bicara tentang kepuasan pasien akan hasil pasca LASIK setelah 1 bulan, 95% mengatakan bahwa prosedur LASIK sangat efektif, 100% mengatakan sangat merekomendasikan. Hal ini disampaikan dalam acara Ilmiah Tahunan dari ASCRS 2008.

LASIK sudah meraih sukses dalam mengkoreksi jutaan pasien dengan tingkat kepuasan pasien yang sangat tinggi.  Sebagimana tinndakan/operasi lainnya, LASIK juga bisa berpotensi ada komplikasi/ Ini sangat penting untuk diketahui seberapa besar antara manfaat dan risikonya sebelum memilih atau memutuskan untuk operasi LASIK.

Berkacamata setelah LASIK

Meskipun tujuan akhir dari LASIK adalah mengurangi atau membebaskan dari ketergantungan memakai kacamata atau lensa kontak, namun dalam beberapa kasus perlu dipertimbangkan untuk tetap menggunakan kacamata baik setiap saat atau kadang – kadang saja setelah operasi LASIK,

Misal, jika ada masalah dengan mata kering pasca LASIK, menggunakan kacamata dengan lensa berubah warna (photochromic) dapat membantu mengurangi silau atau sensitif terhadap cahaya.

Misal juga, masih ada sisa ukuran kecil yang tidak mungkin bisa di LASIK ulang karena kurang dari S-1.00 maka diperlukan kacamata agar penglihatan menjadi optimal terutama ketika mengendarai mobil dimalam hari.

Ketika anda merasa lebih baik menggunakan kacamata pasca LASIK karena tujuan lain, maka sebaiknya menggunakan lensa yang mengandung anti-pantul untuk mendapatkan penglihatan yang jernih dan nyaman.

Satu hal lagi, ketika anda sudah berusia 40 tahun ke atas, dimana ada presbyopia (mata tua) maka lensa progressive menjadi pilihan agar masih bisa membaca dengan jelas dan sejelas penglihatan jauhnya.

Referensi :

Epithelial ingrowth after LASIK. Cornea and Refractive Atlas of Clinical Wisdom (Chapter 29). SLACK Incorporated, 2011.

Intraoperative complications of LASIK flaps using the IntraLase femtosecond laser in 3,009 cases. Journal of Refractive Surgery. November 2010.

LASIK world literature review: quality of life and patient satisfaction. Ophthalmology. April 2009. Avoidance, recognition, and management of LASIK complications. American Journal of Ophthalmology. April 2006.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *